sebelum belati kedukaan berdarah dijantungku..
sebelum kau lupa makna detak hatiku..
sebelum malam merebah dan pagi menanti kantukmu..
sampai keujung kau pun berangkat dari pelataran hidupku..
ketika matamu mengatup-mengatupkan bada yang bersarang didiriku..
dari jendela tempat kau selalu melihat pintu langit..
pagi tak lagi seperti kemarin..
gerimis telah merampas kebinalan siang..
tapi.. masih sempat kulihat bidadari menuntun telunjukmu..
jangan kau ceritakan duka hatiku, sayang..
aku sudah tinggal didalam hari-hari yang tiada lagi bernyanyi..
terpaku antara hutan kelabu..
melihat kabut seperti elang menyambar semangat hidupku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
katakan sejujurnya tentang pendapat anda.. terimakasih..